30 Mar 2012

Muhasabah Jumaat : Hubbud Dunya


بسم الله الرحمن الرحيم


Alhamdulillah..Di pagi jumaat ini, saya masih diberi peluang untuk menulis di ruangan ini. Kita datang dari Dia dan padaNya jua kita kembali. Entah jauh atau dekat, yang pasti saat kita kembali padaNya akan tiba jua. Astaghfirullah.. astaghfirullah..astaghfirullah..semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita yang lepas yang dibuat secara sedar atau tidak sedar. Ya Allah, kurniakanlah kepada kami maghfirahMU. Hanya padaMU kami menggantungkan segala harapan.

Allah..Allah..Allah..sedarkah kita rupanya kita semakin jauh dari Dia? Semakin lama kita semaki hanyut dengan asyiknya dunia sehingga kita lupa akan DIA..Lupa akan segala suruhanNya..lupa akan segala laranganNya. Semuanya kerana hati kita yang terpaut dengan hidangan indah daripada dunia. Mengapa hati kita mudah tertarik dengan sesuatu yang sifatnya hanya sementara sedangkan di akhirat kelak kita bakal memperoleh sesuatu yang jauh berjuta lebih baik dan superb yang tidak dapat digambarkan dengan apa jua imaginasi sekalipun. Benar kata kekasih kita, Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam, umat kita sekarang sedang parah. Cinta kepada dunia semakin bertambah. Baginda sallallahu'alaihi wasallam pernah bersabda ;
  “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud No. 3745)
Pernahkah kita muhasabah diri kita, bahawa tindakan kita sehari-hari itu adakah membawa kita dekat dengan ALLAH, atau menjauhkan lagi kita dariNya? Bila sebut pasal mati semua orang jadi takut, tetapi berlainan pula sahabat-sahabat di zaman Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam. Mereka mencintai mati kerana merindukan pertemuan denganNya. Bilakah kita akan merasai perasaan yang seperti ini? Kenapa kita tidak dapat nak hadirkan perasaan seperti ini.? Adakah sebab kita tahu kita ini hamba yang khianat dengan TUANNYA ? Jadi apa yang harus kita buat, berlaku jujurlah dan taatlah kepada yang menciptakan kita.

Allah...Allah..Allah..Kita sudah lupa dan mungkin terus melupakan matlamat hidup kita di dunia yang sementara ini. Ya, kita benar-benar lupa yang kita hanyalah musafir yang sedang mengembara di dunia ini, mencari bekalan untuk dibawa ke negeri abadi. Kita hanya singgah di sini sementara saja. Pengakhiran kita bukan disini bahkan kehidupan kita bermula di akhirat kelak. Sudahkah terfikir oleh kita apa yang mahu dipersembahkan di hadapan Tuhan yang menciptakan kita kelak?

Kecintaan kepada dunia semakin rakus lebih-lebih lagi kita bertemankan harta yang melimpah ruah dan jawatan yang superb. Nafsu semakin rancak menggelamkan kita dengan keindahan yang sementara sehingga kita begitu mencintainya. Sehingga kita tidak mahu memikirkan soal kematian, kerana tidak mahu melepaskan segala yang kita punya di atas dunia. Tetapi tetap saja kematian itu kita temui. Wahai hati yang sudah kian gelap, sucikanlah ia dengan kembali padaNya. Letakkan kembali hati itu pada fitrahnya yang bersih dan suci.

Kembali padaNya sebelum terlambat,
Letakkan dunia di tangan, bukannya di hati.
-musafir.cinta.Ilahi-


  Photobucket _______________________________________________________________ 
Selawat dan salam pada Habibullah Rasulullah Sallallahu alaihi Wassalam _______________________________________________________________

1 comment:

  1. Blogwalking here...
    cik iena follow your blog..
    follow my blog juga ye(^_~)
    www.ienaeliena.com

    ReplyDelete

Blog ini merupakan catatan seorang musafir yang ingin menggapai redhaNya.. Yang mana baik, ambik yang mana yang buruk tok sah ambik ye. Jika ada salah dalam penulisan ini, mohon teguran sahabat-sahabat semua.